{"id":972,"date":"2013-01-07T18:29:53","date_gmt":"2013-01-07T11:29:53","guid":{"rendered":"http:\/\/thi.or.id\/set\/?p=972"},"modified":"2014-09-02T13:40:12","modified_gmt":"2014-09-02T06:40:12","slug":"kemampuan-sosial-bantu-anak-beradaptasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/thi.or.id\/set\/kemampuan-sosial-bantu-anak-beradaptasi\/2013\/01\/","title":{"rendered":"Kemampuan Sosial Bantu Anak Beradaptasi"},"content":{"rendered":"<p>Orang tua perlu untuk untuk membangun kompetensi\u00a0<a title=\"sosial\" href=\"http:\/\/www.psikologizone.com\/category\/sosial\" rel=\"nofollow\">sosial<\/a>\u00a0<a title=\"anak\" href=\"http:\/\/www.psikologizone.com\/category\/psikologi-anak-perkembangan\" rel=\"nofollow\">anak<\/a>, mereka harus mulai membangun kecerdasan sosial sejak dini. Anak harus mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar mereka, menjalin hubungan emosional dan juga mendapatkan nutrisi yang seimbang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Mengapa kemampuan sosial sangat penting? menurut Psikolog dan Direktur Personal Growth, Counseling &amp; Development Centre, Jakarta, Ratih Ibrahim mengatakan, bila anak tidak dapat mencatat kompetensi sosial minimal usia enam tahun, maka sebagian besar anak-anak akan mengalami masalah saat dewasa dalam bidang tertentu.<\/p>\n<p>\u201cHasil berbagai penelitian yang dilakukan dalam rentang waktu tahun 1990-2000 menunjukkan bahwa adaptasi sosial dan emosional anak jangka panjang, perkembangan akademik dan kognitifnya, dan kehidupannya,\u201d paparnya belum lama ini.<\/p>\n<p>Berbagai hasil studi tersebut menunjukkan betapa pentingnya perkembangan sosio-emosional anak saat mereka masih<br \/>\ndalam tahap pertumbuhan. Kemampuan sosial akan makin berkembang bila mereka ikut berpartisipasi aktif, bukan hanya mengamati dan merasakan pengaruh orang dewasa di sekitarnya.<\/p>\n<p>\u201cJangan lupa bahwa orangtua merupakan role-model, dan anak dapat belajar untuk meniru sikap orang tua tersebut dengan lingkungan sosialnya. Mari para orangtua di Indonesia, kita bersama-sama mewujudkan dan mencetak anak yang life-ready di masa depannya, agar mereka mampu menjalani segala tantangan dunia,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>sumber :\u00a0<em>http:\/\/www.psikologizone.com\/kemampuan-sosial-bantu-anak-beradaptasi\/065116810<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Orang tua perlu untuk untuk membangun kompetensi\u00a0sosial\u00a0anak, mereka harus mulai membangun kecerdasan sosial sejak dini. Anak harus mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar mereka, menjalin hubungan emosional dan juga mendapatkan nutrisi yang seimbang. &nbsp; Mengapa kemampuan sosial sangat penting? menurut Psikolog dan Direktur Personal Growth, Counseling &amp; Development Centre, Jakarta, Ratih Ibrahim mengatakan, bila anak tidak dapat mencatat kompetensi sosial minimal usia enam tahun, maka sebagian besar anak-anak akan mengalami masalah saat dewasa dalam bidang tertentu. \u201cHasil berbagai penelitian yang dilakukan dalam rentang waktu tahun 1990-2000 menunjukkan bahwa adaptasi sosial dan emosional anak jangka panjang, perkembangan akademik dan kognitifnya, dan kehidupannya,\u201d paparnya belum lama ini. Berbagai hasil studi tersebut menunjukkan betapa pentingnya perkembangan sosio-emosional anak saat mereka masih dalam tahap pertumbuhan. Kemampuan sosial akan makin berkembang bila mereka ikut berpartisipasi aktif, bukan hanya mengamati dan merasakan pengaruh orang dewasa di sekitarnya. \u201cJangan lupa bahwa orangtua merupakan role-model, dan anak dapat belajar untuk meniru sikap orang tua tersebut dengan lingkungan sosialnya. Mari para orangtua di Indonesia, kita bersama-sama mewujudkan dan mencetak anak yang life-ready di masa depannya, agar mereka mampu menjalani segala tantangan dunia,\u201d jelasnya. &nbsp; sumber :\u00a0http:\/\/www.psikologizone.com\/kemampuan-sosial-bantu-anak-beradaptasi\/065116810<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[34],"tags":[],"class_list":["post-972","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-parenting"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/thi.or.id\/set\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/972","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/thi.or.id\/set\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/thi.or.id\/set\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/thi.or.id\/set\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/thi.or.id\/set\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=972"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/thi.or.id\/set\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/972\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1151,"href":"https:\/\/thi.or.id\/set\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/972\/revisions\/1151"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/thi.or.id\/set\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=972"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/thi.or.id\/set\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=972"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/thi.or.id\/set\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=972"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}